BADOPOKER - 25/Februari/2015. Artikel Kesehatan
Demikian disampaikan oleh peneliti dari University of Missouri, dr Mahesh Thakkar, dalam studinya dalam jurnal Alcohol dan dikutip pada Jumat (12/12/2014). Ia menyebutkan anggapan bahwa konsumsi minuman beralkohol dapat membantu tidur adalah kurang tepat. Kebiasaan ini bahkan justru berisiko membuat seseorang menjadi insomnia.
Faktanya minuman beralkohol justru mengandung bermacam-macam kandungan kimia yang berefek negatif terhadap tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan kimia ini akan mengganggu kemampuan tubuh untuk menentukan kapan saatnya untuk beristirahat dan kapan waktunya untuk tetap terjaga.
Thakkar dan timnya kemudian mempelajari hubungan antara tidur dan konsumsi alkohol selama sekitar lima tahun. Ia menyimpulkan bahwa meskipun banyak yang percaya bahwa alkohol dapat membuat Anda mengantuk, faktanya minuman jenis ini justru mengubah jam internal tubuh.
Dalam penelitian tersebut, mereka mengamati bahwa konsumsi alkohol pada tikus dapat meningkatkan tingkat adenosin ekstraseluler. Hormon ini sendiri berfungsi untuk mengatur periode terjaga.
"Selama minum alkohol, efek mengantuk memang muncul. Namun ketika konsumsi alkohol dihentikan, Anda justru akan terjaga. Ini berarti kebiasaan tersebut justru mengganggu keseimbangan pola tidur," ujar Thakkar.
Ia juga menambahkan bahwa konsumsi alkohol dapat mengganggu tidur dan menurunkan kualitas tidur. "Selain itu, alkohol adalah diuretik, yang membuat frekuensi Anda untuk buang air kecil di toilet menjadi lebih sering. Jika ini terjadi pada malam hari, tentu akan mengurangi jam tidur berkualitas Anda," imbuhnya.
Oleh sebab itu, jika Anda mengalami masalah dalam tidur, termasuk sulit tidur, berkonsultasilah dengan dokter. Cara ini dianggap Thakkar lebih aman untuk dilakukan sebab biasanya dokter akan mencari tahu terlebih dahulu faktor-faktor penyebabnya dan memberikan pengobatan individual sesuai permasalahan yang ditemukan.
-blue(wk)







0 komentar:
Posting Komentar