BADOPOKER - 25/Februari/2015. Artikel Kesehatan
Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Diabetes and Obesity Research Institute, Cedars-Sinai Medical Center ini mengatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar zat yang disebut asam lemak(fatty acid) dalam darah. Nah, zat-zat ini diketahui dapat mengganggu kemampuan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah.
Mereka menyimpulkan bahwa tingginya risiko obesitas dan diabetes sebenarnya dapat dikurangi dengan mulai mengubah sesuatu yang sederhana, salah satunya mulai memperbaiki pola tidur. Cukupi jam tidur minimal 7-8 jam per hari.
Setelah melalui malam di mana mereka kurang tidur, kadar asam lemak pada darah responden tersebut meningkat dan tetap tinggi selama sekitar lima jam di esok pagi harinya.
"Selama kadar asam lemak tetap tinggi, kemampuan insulin untuk mengatur kadar gula darah terganggu," ujar Dr Esra Tasali dari University of Chicago.
Seperti dikutip dari jurnal Diabetologia, Jumat (20/2/2015), penulis studi ini, Josiane Broussard, menjelaskan bahwa dalam jangka panjang kondisi semacam ini mengurangi kinerja insulin. Temuan ini menambah bukti bahwa kurang tidur dapat mengganggu metabolisme lemak, dan menunjukkan bahwa pola tidur harus diperhatikan jika ingin memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.
-blue(wk)







0 komentar:
Posting Komentar